JAWDAT 2.0 | MENGAJAK INDONESIA MUDA MEMBANGUN INDUSTRI SDN
33
post-template-default,single,single-post,postid-33,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-17.0,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.7,vc_responsive
 

MENGAJAK INDONESIA MUDA MEMBANGUN INDUSTRI SDN

MENGAJAK INDONESIA MUDA MEMBANGUN INDUSTRI SDN

Sebelum banyak orang membicarakan tentang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dari beberapa tahun yang lalu kami sudah sering menunjukkan gambar ini. Ini adalah gambar peta dunia yang flat, tidak ada garis pembatas antara negara. Artinya pasar dunia yang global tidak mengenal batas, seorang professional bisa memilih buat bekerja di pelosok Indonesia atau tempat-tempat lain di manapun di dunia.

Banyak yang menyatakan keraguan dengan MEA: apakah ini berarti akan banyak orang-orang asing yang bisa masuk ke Indonesia, mengambil alih pekerjaan kita, dan membuat kita tidak bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri? Pertanyaan kami ke mereka yang ragu adalah: mengapa tidak berpikir sebaliknya? Bukankah MEA memberi kemudahan buat kita juga untuk bisa bekerja di manapun? Mengapa tidak memikirkan kemungkinan kita akan berhasil dan professional kita menjadi global player?

Sejak 4 tahun yang lalu, team Jawdat sudah mulai melakukan proses transformasi di Indonesia. Moto kami waktu itu: transform students and professionals to become globally competitive professionals. One person at a time. kami mulai dengan mengajak mahasiswa dan professional Indonesia membekali diri dengan sertifikasi skill yang diakui secara internasional. Kemudian kita menjelaskan arsitektur detil dari solusi dan produk Next Generation Networks (NGN). Jawdat sendiri tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga merekrut anak-anak muda berbakat yang kemudian disalurkan untuk mengerjakan project di berbagai negara.

Di 2 tahun terakhir fokus kita mengarah ke teknologi Software Defined Networking (SDN). SDN dianggap mampu menyelesaikan berbagai masalah di teknologi networking yang masih menggunakan distributed control plane atau fungsi control yang terdistribusi, sehingga bisa membantu bisnis dari segi pengurangan Capex dan Opex, penambahan Revenue dan meningkatkan kecepatan inovasi dalam membuat service baru. Gartner sendiri di Hype Cycle mereka menyatakan SDN & NFV bukan lagi hype semata seperti di tahun 2013, tapi mulai diimplementasikan oleh berbagai persusahaan dengan ekspektasi yang sesuai.

Jawdat sudah beberapa kali mengadakan acara SDN Workshop. Di bulan Agustus tahun lalu bahkan mengadakan SDN Hackathon yang pertama di Indonesia.

Mimpi kita adalah menjadikan Indonesia sebagai pemain global di industri Software Defined Networking. Bukan hanya sebagai pengguna atau penonton, tapi terlibat aktif baik dari segi mengintegrasikan solusi sampai membuat produk SDN sendiri. Dan kita percaya orang Indonesia mampu untuk mewujudkan mimpi itu. Di Hackathon bulan Agustus kita melihat bagaimana adik-adik mahasiswa bisa membuat solusi SDN dalam waktu hanya 30 jam. Jawdat merupakan perusahaan SDN pertama di Indonesia yang sekarang sedang mengimplementasikan beberapa produk buatan sendiri di berbagai project, baik di dalam maupun luar negri.

Di bulan Januari yang lalu kami membuat sesi Membangun Industri SDN di Indonesia buat para professional. Di awal April kita rencananya akan membawa sesi ini ke 5 kampus di 5 kota untuk mengajak para mahasiswa dan akademisi bersama-sama membangun industri ini secara aktif di Indonesia. Sesi Membangun Industri SDN Goes to Campus yang berupa workshop sehari penuh akan membahas pengenalan teknologi Software Defined Network, market industri SDN global, implementasi SDN & NFV di industri, demo produk SDN sampai ke cara membangun solusi dan produk SDN.

5 kampus di 5 kota tersebut adalah:

– 4 April = Medan (USU)
– 5 April = Balikpapan (Poltek Balikpapan)
– 6 April = Makassar (UIM)
– 7 April = Jogja (UII)
– 8 April = Bandung (Telkom University)

Kami juga akan mengadakan kompetisi SDN mini-hackathon di mana mahasiswa bisa menunjukkan skill yg dimiliki, yang akan dipresentasikan selama workshop di 5 kampus tersebut. Acara ini terbuka buat mahasiswa dari seluruh Indonesia. Peserta terbaik mini-hackathon akan mendapat hadiah uang dan kesempatan untuk langsung bekerja di Jawdat sebagai SDN engineer.

Cara mengikuti kompetisi SDN mini-hackathon “Show Us Your SDN Skill”:

1. Kirim email ke apprentice@52.77.225.214 dengan subject “I’m going to show you my SDN skill!”

2. Sertakan detil kontak dan CV terbaru, level dari skill SDN yang sekarang: Linux, Openflow, SDN Controller, OpenStack, Python/Java, UI/UX. Dipersilahkan untuk menunjukkan hasil kerja yang berhubungan di SDN (bisa berupa link atau attachment)

3. Kita akan memberikan instruksi cara mendownload SDN All-in-one Virtual Machine (VM) dan tujuan dari hackathon yang akan dilakukan

4. Peserta akan diberi waktu beberapa hari untuk meng-hack AIO VM sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Setelah selesai atau waktu habis, hasil akan dikirimkan kembali ke apprentice@52.77.225.214

5. Jika hasil hackathon terpilih, kamu harus datang ke salah satu dari 5 kampus tersebut untuk melakukan presentasi (semua biaya akan kita tanggung)

6. Peserta terbaik akan mendapatkan hadiah uang dan tawaran kerja di Jawdat. Total hadiah uang yang diperebutkan adalah 25 juta rupiah

Buat para mahasiswa maupun pihak akademisi dari kampus lain yang ingin mengikuti acara workshop, dipersilahkan untuk menghubungi pihak penyelenggara di 5 kampus tersebut. Team Jawdat mempersiapkan materi sedangkan kampus penyelenggara yang melakukan kordinasi untuk pelaksanaan acara.

Mimpi kita menjadikan Indonesia sebagai pemain global di industri SDN.
Mari kita wujudkan bersama-sama.

Dan buat para mahasiswa: #ShowUsYourSDNSkill

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.